Upaya Kemkes Wujudkan Aksesibilitas, Keterjangkauan, dan Akuntabilitas Imunisasi di Indonesia

Program imunisasi merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan di suatu negara. Program ini akan dapat diakses, terjangkau dan bersifat akuntabel apabila sistem pelayanan kesehatan sudah memiliki akses yang bersifat menyeluruh.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH saat membuka the 3rd Asian Vaccine Conference (ASVAC 3) yang bertema “Accessibility, Affordability, and Accountability “ di Jakarta (28/07). Acara ini dihadiri pula oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE; Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Badriul Hegar; Ketua Asian Strategic Alliance for Pneumococcal Disease Prevention (ASAP), Professor Lulu S. Bravo; Perwakilan World Health Organization (WHO) untuk Indonesia, Dr. Kanchit Limpakarnjanarat; Ketua panitia ASVAC 3, Prof. DR. dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, SpA(K); serta perwakilan dari Philippine Foundation for Vaccination (PFV), International Society of Tropical Pediatrics (ITSP), dan the Asian Society for Pediatric Infectious Disease (ASPID).

Menurut Menkes, program imunisasi di Indonesia memiliki sejarah panjang dan telah mencapai banyak keberhasilan selama empat dekade terakhir. Hal ini dibuktikan dengan menghilangnya angka kasus maternal dan neonatal tetanus di beberapa provinsi pada tahun 2010.

“Tantangan yang justru sedang kita hadapi saat ini adalah pencapaian imunisasi anak 100%, Universal Child Immunization Village atau desa UCI pada tahun 2014”, ujar Menkes.

Berbagai upaya dilakukan Kemkes untuk menjawab tantangan tersebut, antara lain dengan meluncurkan Kampanye Imunisasi Nasional sebagai percepatan untuk mencapai UCI. Hal tersebut dilakukan dengan cara: Memperkuat pemantauan area imunisasi; Memobilisasi sumber daya di tingkat lokal; Melakukan kegiatan outreach atau penjangkauan daerah terpencil; serta Meningkatkan dukungan tokoh masyarakat terhadap imunisasi, terang Menkes.

Menkes menambahkan, Indonesia hingga saat ini terus memantau perkembangan dan penemuan vaksin baru di dunia. Vaksin baru tersebut dieksplorasi terlebih dahulu, untuk mempertimbangkan kelayakannya sebelum dimasukkan dalam program imunisasi.

“Beberapa pertimbangan untuk memasukkan vaksin baru ke dalam program imunisasi yaitu beban penyakit yang akan dicegah; keamanan dan kemanjuran vaksin; kelayakan dan penerimaan manfaat vaksin di masyarakat; serta ketersediaan sumber daya”, ujar Menkes.

Di samping itu, Pemerintah Indonesia aktif terlibat dalam mewujudkan aksesibilitas, keterjangkauan, dan akuntabilitas imunisasi di tingkat global. Indonesia bersama negara berkembang lainnya dalam Sidang World Health Assembly (WHA) ke-64 pada tahun 2011 di Jenewa, berhasil melahirkan sebuah kerangka Resolusi WHA 64.5 mengenai Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza: berbagi virus dan berbagi vaksin dengan manfat lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi hak seluruh negara berkembang dalam mendapatkan akses keterjangkauan terhadap vaksin, antiviral, dan diagnostic kits pada saat pandemi influenza dan mendapatkan bantuan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksi vaksin mereka.

Sumber: http://www.depkes.go.id/ 

Related Posts Slider
Komitmen pemerintah untuk mengangkat jamu sebagai obat asli Indonesia cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan arahan Presiden RI pada Gelar Kebangkitan Jamu tahun 2008, yang berharap jamu dapat menjadi brand ...
Menerapkan Green Hospital di Rumah Sakit
JAKARTA– “Pada tahun 2020 semua rumah sakit di Indonesia harus sudah menerapkan Green Hospital”. Demikian disampaikan dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan pada Seminar Green Hospital tanggal ...
Kejadian kematian ibu dan bayi yang terbanyak terjadi pada saat persalinan, pasca persalinan, dan hari-hari pertama kehidupan bayi masih menjadi tragedi yang terus terjadi di negeri ini. Untuk menurunkan Angka ...
Tenaga Kesehatan Merupakan Pahlawan Pembangunan Kesehatan
Tenaga kesehatan berperan besar dalam menentukan pembangunan kesehatan. Di Indonesia, terdapat ribuan tenaga kesehatan di Puskesmas yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan prestasi kerja yang sebaik-baiknya. Mereka adalah pahlawan ...
Jakarta, Jam tidur ideal orang dewasa setiap malamnya adalah 7 hingga 8 jam per hari. Hal ini bukan hanya berguna terhadap kebugaran Anda di pagi hari saja, tetapi kurangnya jam ...
Jakarta, Bahkan 1 jam dari setiap aktivitas fisik sehari akan bermanfaat bagi kesehatan jantung anak. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang ilakukan oleh peneliti Inggris. Hasil studi tersebut menemukan bahwa, ...
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang banyak ditakuti oleh masyarakat. Beberapa orang bisa bertahan dari penyakit jantung sementara yang lainnya tidak. Apa saja yang membuat seseorang berisiko meninggal mendadak ...
Bidan ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak
Bidan merupakan ujung tombak terdepan pelayanan dasar KIA-KB untuk memberikan pelayanan Jampersal. Oleh karenanya diharapkan, para bidan menerapkan komunikasi interpersonal dalam memberikan konseling pengenalan tanda bahaya dan komplikasi kebidanan. Bidan ...
Program Imunisasi berhasil menekan morbiditas dan mortalitas tujuh penyakit di Indonesia (Tuberkulosis, Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Campak, dan Hepatitis B), meskipun untuk eradikasi, eliminasi, atau reduksi dari penyakit-penyakit ini masih ...
Berdasarkan statistik, sekitar 17,5 juta orang per tahun meninggal akibat penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan penyakit kronis seperti penyakit jantung menjadi penyebab ...
Jamu harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
Menerapkan Green Hospital di Rumah Sakit
Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Tenaga Kesehatan Merupakan Pahlawan Pembangunan Kesehatan
Akibat Kurang Tidur, 6 Penyakit Seram Menanti
Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Jantung Anak
Yang Berisiko Meninggal Mendadak Akibat Jantung
Bidan ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan ibu dan
Program Imunisasi Berhasil Tekan Morbiditas dan Mortalitas 7
Sayangi Jantung, Kurangi Lemak dari Gorengan

Related Posts

Komentar

Copyright © 2012 RSUD UNDATA