Laki-Laki yang Obes Mempunyai Tumor Prostat yang Lebih Besar

Obesitas tidak hanya dihubungkan  dengan kanker prostat yang lebih agresif tetapi juga untuk tumor yang lebih besar, Peneliti Italia melaporkan. Sementara beberapa penelitian telah melaporkan hubungan antara berat badan dengan kanker prostat saja, sampai sekarang hanya satu studi di Amerika telah mencari hubungan antara obesitas dan volume tumor, kata para peneliti dalam makalah yang diterbitkan dalam British of Journal Urology International secara online 20 Juli 2011.

Dari studi klinis yang dilakukan di Italia, menunjukkan secara jelas dari sisi klinis, bahwa obesitas mungkin memegang peranan dalam patofisiologi kanker prostat, setelah dinilai semua faktor-faktor yang mungkin mempengaruhinya. Hal ini disampaikan peneliti Dr. Umberto Capitano.

Dr. Capitanio dan rekan dari University Vita-Salute San Raffaele Milan, menganalisis data dari sebanyak 1.275 pria yang menjalani prostatektomi radikal antara 2006 dan 2009. BMI rata-rata adalah 26,3 dan volume tumor rata-rata adalah 5,6 mL. Namun pada pria berat badan normal, volume tumor rata-rata adalah 5,0 mL. Meningkat masing-masing menjadi 5,8, 6,3 dan 9,2 mL pada pria kelebihan berat badan, obesitas dan sangat gemuk. Volume ini, para peneliti menunjukkan adalah “sangat mirip” dengan yang terlihat dalam studi Amerika.

BMI merupakan prediktor independen dari volume tumor setelah faktor-faktorseperti: usia, nilai prostate-specific antigen, reajat klinis, volum eprostat, dan faktorlainnya. disebutkan obesitas diperkirakan merupakan lingkungan mikro intrinsik terhadap pertumbuhan kanker, faktor diet, serta asal negara. Dan pada kesimpulannya Dr. Capitanio menyampaikan bahwa hasil studi ini juga akan menimbulkan dilema, apakah kontrol diet dan metabilisme pada pasien obes dapat berpengaruh terhadapperkembangan risiko yang secara klinis bermakna pada kanker prostat. (Kalbe.co.id) 

Related Posts Slider
Komitmen pemerintah untuk mengangkat jamu sebagai obat asli Indonesia cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan arahan Presiden RI pada Gelar Kebangkitan Jamu tahun 2008, yang berharap jamu dapat menjadi brand ...
Menerapkan Green Hospital di Rumah Sakit
JAKARTA– “Pada tahun 2020 semua rumah sakit di Indonesia harus sudah menerapkan Green Hospital”. Demikian disampaikan dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan pada Seminar Green Hospital tanggal ...
Kejadian kematian ibu dan bayi yang terbanyak terjadi pada saat persalinan, pasca persalinan, dan hari-hari pertama kehidupan bayi masih menjadi tragedi yang terus terjadi di negeri ini. Untuk menurunkan Angka ...
Tenaga Kesehatan Merupakan Pahlawan Pembangunan Kesehatan
Tenaga kesehatan berperan besar dalam menentukan pembangunan kesehatan. Di Indonesia, terdapat ribuan tenaga kesehatan di Puskesmas yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan menunjukkan prestasi kerja yang sebaik-baiknya. Mereka adalah pahlawan ...
Jakarta, Jam tidur ideal orang dewasa setiap malamnya adalah 7 hingga 8 jam per hari. Hal ini bukan hanya berguna terhadap kebugaran Anda di pagi hari saja, tetapi kurangnya jam ...
Jakarta, Bahkan 1 jam dari setiap aktivitas fisik sehari akan bermanfaat bagi kesehatan jantung anak. Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian yang ilakukan oleh peneliti Inggris. Hasil studi tersebut menemukan bahwa, ...
Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang banyak ditakuti oleh masyarakat. Beberapa orang bisa bertahan dari penyakit jantung sementara yang lainnya tidak. Apa saja yang membuat seseorang berisiko meninggal mendadak ...
Bidan ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak
Bidan merupakan ujung tombak terdepan pelayanan dasar KIA-KB untuk memberikan pelayanan Jampersal. Oleh karenanya diharapkan, para bidan menerapkan komunikasi interpersonal dalam memberikan konseling pengenalan tanda bahaya dan komplikasi kebidanan. Bidan ...
Program Imunisasi berhasil menekan morbiditas dan mortalitas tujuh penyakit di Indonesia (Tuberkulosis, Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Campak, dan Hepatitis B), meskipun untuk eradikasi, eliminasi, atau reduksi dari penyakit-penyakit ini masih ...
Berdasarkan statistik, sekitar 17,5 juta orang per tahun meninggal akibat penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan penyakit kronis seperti penyakit jantung menjadi penyebab ...
Jamu harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
Menerapkan Green Hospital di Rumah Sakit
Upaya Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Tenaga Kesehatan Merupakan Pahlawan Pembangunan Kesehatan
Akibat Kurang Tidur, 6 Penyakit Seram Menanti
Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Jantung Anak
Yang Berisiko Meninggal Mendadak Akibat Jantung
Bidan ujung tombak terdepan pelayanan kesehatan ibu dan
Program Imunisasi Berhasil Tekan Morbiditas dan Mortalitas 7
Sayangi Jantung, Kurangi Lemak dari Gorengan

Related Posts

Komentar

Copyright © 2012 RSUD UNDATA